Idealisme yang bernama Tarkam

October 25, 2007

Pernah denger kata TarKam? AnTar Kampung atau Tarikan Kambing. Sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut turnamen sepak bola kecil-kecilan, turnamen antar desa atau turnamen yang hadiahnya kambing, walaupun ga selalu begitu.

Semasa kuliah dulu, beberapa kali ikut membela kampong saya dalam turnamen tarkam yang biasanya di selenggarakan tiap setiap memperingati HUT Kemerdekaan RI atau biasanya pas abis lebaran. Mengapa menurut saya tarkam adalah sebuah idealisme?

  • Pemain asli kampung sama sekali ga di bayar, kecuali pemain “rekrutan” yang di bayar, biasanya paling tinggi 50 ribu sekali main.
  • Resiko yang di dapat bisa sangat besar, kaki patah di hajar lawan yang main bola kaya main silat, terus kaki borokan karena jatuh di lapangan yang pas Agustus-Oktober lagi keras-kerasnya karena kemarau.
  • Biaya yang dikeluarkan sekali main bisa mencapai tiga ratus ribuan, kalo nyampe final bisa main 3-5 kali, taruhlah biaya yang dikeluarkan nyampe final sejuta rupiah. Tapi hadiah yang di dapat? Kadang-kadang ngga nyampe segitu, bisa impas aja udah sukur, untung juga kalo tarkamnya ada sponsornya.

Apa yang didapat dari Tarkam? Ngga lain adalah semangat dan kebanggaan. Semangat untuk ikut berpartisipasi membela nama kampung dan bangga bila menang. Kurang lebih hanya itu. Kadang-kadang semangat untuk memperoleh kebanggaaan  di lapangan itu harus berlanjut menjadi tawuran antar supporter, atau lebih tepatnya antar kampung. Wah, ngeri juga.

Namun di lihat dari sisi lain, hal itu membuktikan betapa cintanya masyarakat Indonesia terhadap olahraga yang bernama sepakbola. Dari sisi fanatisme dan semangat, mungkin Indonesia bisa disejajarkan dengan Brasil atau Inggris, meskipun tidak dalam hal prestasi.

Sepakbola seperti sudah menjadi bagian dari denyut jantung sebagian besar masyarakat Indonesia. Masih ingat protes yang dilayangkan masyarakat ketika Liga Inggris ngga bisa lagi di saksikan secara gratis?

Namun, idealisme yang ada di kalangan akar rumput, sayangnya tidak dimiliki oleh petinggi sepakbola Indonesia. Mereka kok saya lihat ngga punya niat buat majuin sepakbola nasional. Salah satu buktinya: Masa’ ketua umum adalah seorang narapidana? ga diganti-ganti lagi.

Selain itu, sepakbola level atas di negeri ini juga sering dijadikan kendaraan politik untuk mendapat dukungan rakyat, yang memang gila bola, pada saat pilkada. Hal tersebut dikarenakan klub klub top sepak bola tanah air, memang dikendalikan oleh Pemda(baca:dibiayai APBD), belum dikelola secara professional. Jadi sebuah klub bisa hidup jika mendapt dukungan dari elite politik, gimana ngga terjadi dependensi klub kepada pemimpin daerah?

Indonesia punya bakat untuk menjadi kekuatan besar sepakbola Asia, dan udah pernah terbukti di era 60-an sampai 80-an. Dan berharap saat itu segera terulang.

 –ditulis setelah tiap hari menyaksikan tarkam selama libur lebaran di Wonogiri–


Tim Futsal DITAGA

August 4, 2007

Walau cuma menang sekali dari tiga kali main, yang penting gaya (satu-satunya Tim yang poto-poto sebelum tanding :D )


Salut buat Irak (2)

July 30, 2007

Kembali, salut buat Irak !!

Untuk pertama kali dalam sejarah Mereka, Irak menjadi juara Asia, setelah mengalahkan Arab Saudi dengan skor 1-0 pada pertandingan yang berlangsung di Gelora Bung Karno tadi malam.

saya menyaksikan langsung pertandingan tersebut (selama Piala Asia di gelar, baru kali ini nonton, karena sebelumnya selalu ga dapat tiket), determinasi dan semangat Irak memang luar biasa.

hal itu semakin lengkap karena sebagain besar pennoton yang datang ke stadion mendukung Irak, terutama di sektor tempat saya berada, teriakan Irak, Irak, terasa begitu membahana.

Younes Makhmood juga terpilih sebagai pemain terbaik dalam Piala Asia kali ini, semakin lengkaplah kebahagiaan Irak.

di luar sukses Irak tersebut, laga Final ini menurut saya berlangsung cukup sukses dari segi penyelenggaraan, setelah dikhawatirkan akan sepi penonton. walaupun stadion tidak penuh seperti ketika Tim Nasional Indonesia bermain, namun suasana cukup meriah tadi malam. ditambah pesta kembang api di akhir pesta juara Irak, wow, megah banget.


Salut buat Irak

July 26, 2007

Salut buat Irak

Ketika kemarin nonton siaran langsung semifinal piala asia antara Irak dan Korea Selatan, ada satu perasaan yang muncul, kagum !! Irak, sebuah Negara yang tak henti di landa konflik, menang dari Korea Selatan 4-3 lewat adu penalty.

Kalau niru salah satu iklan rokok, Tanya Kenapa? Ya kenapa, Irak, sebuah negara kecil, yang mungkin para pemimpinnya belum sempat memikirkan olahraga, karena untuk ngurusin keamanan dan stabilitas Negara saja masih belum sempat, bisa melangkah begitu jauh. Tidak bermaksud membandingkan dengan tim nasional Indonesia, yang kondisinya jauh lebih baik, tapi Irak memang mengagumkan.

Tapi setelah baca berita di detik tadi pagi, perayaan kemenangan Irak ternyata membawa korban 50 orang yang tewas karena bom mobil, sedih juga.

Akhirnya, Irak akan bertemu Arab Saudi pada Final Piala Asia di Jakarta minggu besok di Senayan, mau nonton?


Juventus Promosi

May 22, 2007

Musim depan, kayanya bakal seneng nonton serie A lagi, karena Juventus udah promosi. buat Milan, Inter, dan yang lain, si Nyonya telah kembali, waspadalah, waspadalah.


Review MU-Milan

April 25, 2007

Review MU-MilanPartai pertama semifinal liga Champion antara sesama “setan”, Manchester United dan AC Milan, berakhir dengan skor 3-2 untuk keunggulan Manchester United.Terlepas dari keunggulan yang dipetik MU dalam pertandingan itu, harus diakui bahwa lini belakang MU tanpa Rio Ferninand dan Nemandja Vidic terlihat sangat rapuh. dua gol Milan yang dicetak Kaka, memperlihatkan tunggang langgangnya Gabriel Heinze dkk yang bermain malam itu.

Menurut saya, sebenarnya Milan bermain bagus, terutama di babak pertama. pressing terhadap para pemain MU langsung dilakukan begitu mereka memasuki setengah lapangan permainan Milan.

Keadaan sedikit berubah ketika Milan memasukkan Thomas Brocchi dan Daniel Bonera, menggantikan Genaro Gattuso dan Paolo Maldini,yang berujung dengan dua gol di babak kedua yang disarangkan oleh Wayne Rooney.

Keadaan ini tentunya sedikit menguntungkan MU. Namun,kemenangan 1-0 Milan di putaran kedua nanti cukup untuk membuyarkan impian MU untuk menggapai final Champion League pertama setelah terakhir mereka melaju ke Final dan menjadi juara secara fantastis pada tahun 1999.

so, be ready for the next battle :)